Tuesday, February 24, 2015

Tips Menghadapi Inspeksi atau Audit di atas Kapal



Crew Melakukan Fire Drill
Industri pelayaran saat ini semakin memperhatikan aspek keselamatan manusia, kesehatan lingkungan kerja, dan pencegahan polusi terhadap lingkungan. Hal ini ditunjukkan dengan semakin banyaknya peraturan-peraturan yang diterapkan baik terhadap kapal, pelabuhan, maupun manajemen perusahaan. Kapal semakin sering diperiksa, baik oleh internal organisasi maupun pihak ketiga. Pemeriksaan ini diperlukan untuk menjustifikasi keadaan kapal yang tidak dapat dimonitor dari jauh.

Beberapa pemeriksaan yang dilakukan di atas kapal diantaranya: PSC/FSC inspection, Oil Major Inspection, ISM/ISPS Audit (external & internal), Class Survey, Right Ship Inspection, dll. Tiap pemeriksaan membawa misi dan kepentingan yang berbeda-beda serta cakupan pemeriksaan yang berbeda pula. Meskipun setiap pemeriksaan menggunakan metode yang berbeda-beda, ada beberapa tips yang dapat digunakan oleh kru kapal agar pemeriksaan berjalan lancar dan sukses.

  1. PERSIAPAN. Persiapkan kapal sebelum audit atau inspeksi. Pada prinsipnya jika kru melakukan semua kegiatan sesuai prosedur perusahaan, maka saat akan ada inspeksi atau audit tidak banyak hal yang perlu dipersiapkan. Sebaliknya, jika dalam kegiatan rutin prosedur diabaikan, tidak ada pencatatan kegiatan, maka persiapan akan sangat berat dan kemungkinan audit atau inspeksi akan gagal.
  2. Siapkan prosedur, manual dan record/catatan pada lokasi yang mudah dijangkau saat pemeriksaan sehingga tidak menghabiskan waktu saat pemeriksaan. Sekaligus untuk menunjukkan kepada inspektor/auditor bahwa manajemen kapal berjalan baik.
  3. Persiapkan tur keliling kapal. Informasikan lokasi toilet, emergency exits, smoking/no smoking areas, area kerja inspector/auditor, penggunaan HP, kamera, alat elektronik dll.
  4. Saat tur keliling, pastikan inspektor/auditor didampingi oleh senior officer.
  5. Siapkan PPE untuk auditor/inspector. Siapkan tempat untuk ganti pakaian jika diperlukan
  6. Informasikan kepada inspektor/auditor mengenai letak muster station dan alarm signals di kapal
  7. Tanyakan apakah inspektor/auditor memiliki preferensi makanan tertentu. Misalnya makanan halal, vegetarian dll.
  8. Jika inspektor/auditor harus menginap, siapkan tempat tidur yang bersih, handuk, alat sanitari yang diperlukan
  9. Informasikan voltase listrik di kapal jika inspektor/auditor ingin menggunakan peralatan listrik/elektronik tersambung ke jaringan listrik kapal
  10. Perkenalkan inspektor/auditor kepada kru kapal untuk menciptakan suasana rileks dan kerja sama.
  11. Jaga pelaksanaan audit sesuai dengan jadwal. Jika tidak memungkinkan informasikan kepada auditor/inspektor mengenai perubahan jadwal. Informasikan waktu makan, sholat dll.
  12. Jaga kebersihan di atas kapal, termasuk di lingkungan kerja pada standar tertinggi.
  13. Hanya jawab pertanyaan yang ditanyakan. “Jangan Over-komunikatif”. Terutama saat eksternal audit, Oil Major Inspection, dan PSC/FSC Inspection. Sebaliknya, saat internal audit, komunikasikan secara terbuka persoalan dan kendala yang dialami di atas kapal. Karena internal audit lebih fokus pada pembenahan sistem internal.
  14. Minta inspektor/auditor untuk mengulangi pertanyaan jika anda tidak mengerti
  15. Terima NC/observasi/temuan jika beralasan dan terdapat bukti obyektif. Anda dapat berargumentasi dengan inspektor/auditor hanya jika anda yakin memiliki dasar dan bukti obyektif yang kuat.

Tips-tips di atas dapat membantu kru dalam menjalani pemeriksaan, namun hal yang lebih penting adalah pelaksanaan kegiatan sehari-hari di atas kapal harus dilakukan sesuai prosedur perusahaan dan dicatat sesuai form yang telah disiapkan. Sehingga saat menjelang pemeriksaan, kru hanya perlu sedikit persiapan. Perlu diingat bahwa beberapa pemeriksaan seperti Oil Major Inspection sangat berpengaruh pada utilisasi komersial kapal. No Approval, No Hire!. Atau pada PSC Inspection, kapal anda bisa didetain jika ditemukan NC/observasi yang termasuk dalam “detainable items”.
Selamat bekerja! Semoga Sukses!

8 Tips Belanja Online

Beberapa waktu yang lalu saya membeli barang melalui website online shop lazada. Barang yang dibeli tidak terlalu mahal, kurang dari 100 ribu rupiah. Saya membeli satu set pisau dapur. Ya betul, anda tidak salah baca, pisau dapur sekarang bisa dibeli lewat online shop. Terakhir beli pisau beberapa bulan lalu di Ikea. Pisau kecil untuk mengupas buah. Waktu itu beli hanya untuk menghormati yang punya IKEA dan para pegawainya, masa datang cuma lihat-lihat, kan kasihan sama keluarga besar IKEA yang udah capek-capek buka toko, bagus lagi tokonya. Nah, kembali ke pisau dapur eh ke membeli barang lewat online ship. Pisau dapur set itu bukanlah barang pertama yang saya beli lewat on line shop, saya pernah beli jam tangan, casing hand phone, buku, dan beberapa barang lewat online shop. 

Beberapa layanan berbasis web yang pernah saya pakai untuk beli barang online di antaranya adalah, yang-paling-terkenal-sebelum-toko-lain-tak-lain-tak-bukan-adalah-KASKUS. Kaskus, lewat forum FJBnya adalah layanan online yang pertama kali saya pakai untuk beli barang. Saya juga pernah pakai, bukalapak.com, waktu itu beli spare parts sepeda, pernah juga pakai toko bagus yang sekarang bermetamorfosis jadi olx.co.id.  Oya, perlu dibedakan ya antara toko online dan pasar online. Toko online itu biasanya penjual yang jual barangnya lewat website, kita langsung beli ke penjual, contoh paling gampang ya gramedia online. Kalau pasar online itu sebangsanya FJB kaskus, berniaga, olx, buka lapak, website-website ini memberikan kesempatan tiap user untuk jual beli produk, jadi betul-betul mirip pasar lah.

Jujur saja, pertama kali transaksi online saya agak ketar-ketir. Namanya juga pengalaman pertama, miriplah sama pengalaman pertama kali nembak, malam pertama, dan pertama-pertama yang lain. Sekarang relatif lebih tenang dalam bertransaksi, meskipun deg-deg an tetap ada. Apa yang bikin tenang? Biasanya saya lihat dulu si penjual, kalo di kaskus biasanya kita bisa lihat reputasi dari user. Selain itu juga saya biasakan lihat review pengguna jasa, baik itu review mengenai produk, maupun review mengenai layanan transaksi dengan si penjual, biasanya yang dilihat adalah respon terhadap pembeli, komunikasi, kemauan untuk membantu jika ada masalah. 

Ada beberapa tips sebenarnya yang bisa dipakai saat belanja online. Tips ini paling tidak bisa mengurangi kegagalan transaksi online.

1. Cek websitenya
Memang kita gak boleh “judge the book by its cover”, tapi percaya deh, kita bisa lihat mana website yang dikelola secara baik atau asal-asalan. Cek juga web tersebut sering diupdate atau tidak. Memang tidak semua penjual sering mengupdate katalog produknya, tapi dari satu factor ini kita bisa lihat mana web yang reliable mana yang tidak.

2. Lihat detil kontak yang bisa dihubungi & coba kontak penjual
Lihat baik-baik alamat penjual, no telpon, WA, Facebook, Instagram, Fax, Pin BB, Line atau detail informasi lain yang biasanya dipajang di website tersebut. Untuk web yang sudah besar dan reliable, biasanya mereka malah sudah menampilkan layanan customer service. Coba kontak penjual lewat detil yang disediakan, kalau perlu telpon penjual untuk menanyakan hal-hal detil seputar produk.

3. Cek register toko online
Anda dapat mengecek register toko online dengan menggunakan alamat web who.is. Setelah halaman who.is terbuka, masukkan alamat website ke kolom yang disediakan dan klik Whois. Who.is bisa menampilkan informasi alamat pemilik domain, tanggal pengaktifan domain, tanggal kadaluwarsa domain, nama pendaftar, alamat, nomor telepon, email, kota dan provinsi. Informasi pada who.is bisa disembunyikan. Jika disembunyikan, maka saatnya untuk curiga, pikir dua kali sebelum transaksi karena website tersebut menyembunyikan siapa pemilik dan alamatnya. 

4. Cek reputasi buruk.
Saya biasanya menggunakan prinsip semua toko online penipu, sampai terbukti sebaliknya, heuheu, kejam tapi kan better safe than sorry katanya. Coba cek lewat search engine dengan kata kunci misalnya, “toko A menipu”, “kecewa dengan pelayanan toko B” dll.

5. Lihat review dari pembeli atau kenalan yang pernah belanja
Review pembeli sangat membantu melihat reputasi penjual. Apalagi kalau yang mereview adalah teman atau kenalan sendiri. 

6. Metode pembayaran
Sebagian orang berpendapat bahwa transaksi dengan kartu kredit lebih aman, karena biasanya penyedia layanan transaksi dengan kartu kredit telah melengkapi layanannya dengan fitur-fitur keamanan. Pembayaran bisa juga dengan transfer ke rekening pribadi atau perusahaan, metode transfer langsung ini yang lebih riskan menurut saya. Sebagai alternatif bisa gunakan metode transfer ke rekening bersama yang biasanya juga difasilitasi oleh pasar online.

7. Catat dan simpan bukti transaksi
Catat dan simpan semua detail transaksi sebagai dasar atau bukti jika terjadi hal-hal yang tidak menguntungkan. Bukti transaksi, sms, WA, bisa digunakan sebagai bukti.

8. Pahami risiko
Setiap transaksi jual beli pasti mengandung risiko. Sebagai pembeli kita mesti paham risiko tersebut. Kalau mau detail, bisa dilihat pada terms & conditions yang tertera di website. Di situ kita bisa lihat secara detail mengenai transaksi yang akan dilakukan.

Nah, demikian beberapa langkah agar tak ditipu atau tertipu saat belanja online. Tapi kalau masih kena juga saya tidak tanggung jawab, karena belanja langsung aja kadang kecewa apalagi belanja maya.

Friday, January 18, 2013

Talk Less, Do More?



I just read an article in the blog that I randomly found after clicking over a link in twitter page. It was quite interesting for me because the writer wrote exactly the same topic I have discussed with my Dutch classmate here in Rotterdam. She came to me with a question, why other Indonesian students were so quite in the class? Then I replied, maybe they feel their English was not good enough. She thought this was not the case, because she talked with them and they have good English, at least she could easily understand what they were talking. I came up with another answer, maybe they did not need to ask because they already know the answer, we are Indonesian, yes, we are small but we are not stupid. She smiled at me and told me that she thought that was not the answer. Then I gave up. However, I took her point.

There are 11 out 26 of us, Indonesian, in the class. But like my friend said, we were never dominating the “noise”. We barely asked the questions and discussed the arguments. I am among the students that quite active in classroom. It is because I am interested in the subject and I just want to improve my English. I barely ever attend formal English course. The only English course I had was for the TOEFL preparation. Almost like other Indonesian students, I have studied English in junior and senior high school and that’s only few hours a week in which we never really practice it. Maybe that’s the reason why I frequently make mistakes when I speak and write in English. I want to change it and I believe practice is the only possibility.

I am not afraid asking a silly question in class. Why? Because by asking the question, even the stupid one, I learn at least two things. First, I am practicing my English, formulating the sentence, choose right words and finally verbalize it. Another reason is I got the answer for my question, even only to find that it was the stupid question, at least I knew it and try to ask better question next time. Not to mention other reasons such us keep focus on the subject, understand it better and even get attention from the lecturer that you are interested in things that she or he talking about. It is nice to know that someone have an interest with something you said, isn’t it?

So, why Indonesian are so quite? I could say that we understand the lecture. However, I believe that there are some details that need to be more clarified. Students from other countries usually take the initiative to ask this kind of questions. They are more outspoken and open. They asked what they want to ask, without hesitation. I think it was coming from the culture. To be honest, asking the question is not really part of our school culture, or at least mine. Asking a question sometimes interpreted as your inability to understand the subject, and you don’t want others know that you don’t understand. They will laugh at you for sure! And believe me, at that time, that was really not cool. Fortunately, I had learned something, being cool is not helping you to understand the subject and get a good marks. 

I don’t know the exact answer of the question. The thing that I know is, other people see us, Indonesian, as quite-people in class but very much noisy outside, especially when we have two or more fellow Indonesian with us. Is it really matter? I don’t know, I am not the one to judge. As long as we stick to the principle of “talk less do more” then we are okay I think.



Sunday, December 23, 2012

sabtu

hujan turun seharian
langit kelabu
udara dingin ngilu

matahari datang
sebentar lalu pergi
tak hangat
tak mesra

hujan turun seharian
kelam gegas menyergap
berpacu dengan angin menderu

di langit kilat sepotong
lalu
bulan menutup pintu
selamat malam, katanya

Delfshaven, 22 Desember 2012

Friday, November 02, 2012

sajak waktu



waktu sedari dulu membingungkan, bahkan sejak bumi dicipta

di sini,
di tempat daun memiliki ribuan warna,
di tempat angin selalu tergesa
di tempat hujan yang tak senang di kekang
di tempat air yang gemar berganti rupa
aku semakin limbung,
tak dapat mencerna masa

siang-malam tertukar-tukar
cepat-lambat berpilin-pilinan
lama-sebentar bertaut-tautan

dapatkah rupanya waktu sejenak menarik napas?
beri kesempatan layar melepas pelukan angin
biarkan hujan sekejap bermanja-manja pada langit
dan air, lantak saja ia diam dalam riak, dalam beku, dalam salju sekehendaknya

waktu bergeming
sebagaimana ia tercipta, sebagaimana itu pula ia bersuka
melaju berderu
merayap lamat-lamat
tak pernah singgah, tak pula berhenti

yang tertinggal adalah peristiwa
ya, yang tertinggal adalah peristiwa
tentang aku yang meninggalkan kau dan anak kita
tentang aku yang meninggalkan rumah kita
tentang aku yang meninggalkan pelukan, kecupan, belaian, tawa, tangis, bisikan
tentang aku yang meninggalkan semua yang kau dan anak kita berikan

mengingat itu, aku berseru pada waktu

berderulah wahai waktu
pacu lari mendahului segala cepat
lecut kaki-kaki berderap sigap
tidak, jangan berhenti
sampai aku capai tuju

ya, sampai aku capai tuju
sampai tempat segala peluk, kecup, tangis, tawa dan bisik larut jadi satu

Delfshaven, Rotterdam, 1 November 2012

Untuk kekasih yang semakin dekat pada Penciptanya.
Semoga kau, aku dan anak kita, diberinya kebersamaan dalam bahagia yang kekal di sana