Posts

Peluang Bisnis Kesehatan

Disini, di Cikarang, bisnis kesehatan sangat menggiurkan. Buktinya, di pelosok-pelosok kampung tersedia klinik-klinik kesehatan lengkap dengan dokter praktiknya. Ibu-ibu bidan dan mantri-mantri kesehatan juga sedia. Rumah sakit pun boleh dibilang banyak. Kalo punya duit dan punya sumberdaya manusia, segera saja bikin tempat pelayanan kesehatan. Mengapa begitu optimis dengan peluang usaha bidang layanan kesehatan? sederhana saja, karena permintaan akan terus ada. Cikarang identik dengan kawasan industri. Sebut saja Kawasan Industri Jababeka, Hyundai, dan East Jakarta Industrial Park (EJIP). Dalam tiap kawasan tersebut ribuan pabrik berdiri dan terus bertumbuh. Skala produksi membesar diikuti pertambahan jumlah karyawan. Buruh pabrik adalah pasar potensial bagi layanan kesehatan. Kenapa? Upah bulanan dipakai untuk beli pulsa handphone. Harga barang terus melambung, daya beli turun karena penyesuaian upah tak masuk akal. Buruh Indonesia bekerja long shift hanya dengan makan mie insta...

Lupa

# saudara seimanku membakar jakarta saudara seimanku meminta-minta tuk bangun masjid raya sama seperti aku lupa pada tuju #

Hipoksia K-59

Hipoksia adalah kondisi di saat tubuh mengalami kekurangan oksigen untuk tetap hidup. Istilah ini sangat dikenal oleh para penggiat alam bebas terutama pendaki gunung yang kerap berada pada lokasi yang memiliki kondisi ekstrim. Sering juga digolongkan dalam penyakit ketinggian. Misalnya pada puncak gunung atau rute menuju puncak gunung dengan ketinggian tertentu. Demikian pula pilot-pilot pesawat tempur terlihat selalu menggunakan masker oksigen saat mengoperasikan F-16, Sukhoi atau burung-burung besi lain. Tapi tetap waspada, hipoksia juga bisa terjadi di dataran rendah dan saat anda menggunakan kendaraan sipil. Fenomena ini saya amati secara terus menerus selama beberapa bulan terakhir pada rute operasional K-59 Jurusan Jababeka-UKI-Cililitan !!!. Di dalam Isuzu Elf mikrobus ini kita dituntut untuk siaga selalu bersaing memperebutkan jatah oksigen dengan 23 orang lain. Gejala-gejala hipoksia di K-59 hampir tidak jauh berbeda dengan hipoksia akibat berada pada ketinggian salah sat...

Kapan Ya, Kita Jalan-Jalan Lagi?

Seorang alumni planologi ITB angkatan 89 meng-add dan mengirimi saya pesan di frenster. Dalam subjek pesannya tertulis "budak jambi" dan "HMP-ers". Tentu dengan antusias saya segerakan melihat profil beliau. Tentu saya sangat antusias karena saya juga dari Jambi, meski berdarah banjar, jawa dan sunda, selain itu saya juga sampai saat ini masih gembira ria disebut HMP-ers. Ternyata ada banyak kesamaan. Beliau juga berasal dari jambi meski berdarah batak, anggota HMP dari kroco sampe jadi Boss, dan yang paling penting adalah: "suka jalan-jalan". Aha... Dalam beberapa interaksi awal melalui imel dan message di frenster saja beliau sudah nantangin saya jalan-jalan ke "kerinci". Atau yang deket-deket aja lah, TNGP ato Ujung Kulon, gitu katanya. Ahhhhh... bisa aja "abang" (begitu saya panggil dia) ini manas-manasin. Walhasil vitalitas jiwa raga ini tiba-tiba terangsang rasanya. Sudah lama saya kehilangan gairah seperti ini. Gairah bersusah...

eman-si-pasti

bolehkah kutukar sarungku dengan hot pants mu usah gerah ku lelaki ber-ingin seksi mata perempuan nelanjangi auratku adalah puja bagiku dan sempurna lah kau jadi hambaku

Ruang Kebutuhan

Hari ini adalah hari yang biasa. Hari yang dimulai dengan ritual pagi, lanjut dengan kebiasaan-kebiasaan kantor. Benar-benar hari yang hampir-hampir tidak istimewa. Ugh siapa itu ngakak di ruang sebelah. Kekehnya bikin penasaran saja, mesti lucu sekali hal yang diperbincangnya, kalo tidak pasti tak seseru itu ketawanya. Ruang sebelah, belakang meja kantor tepatnya adalah salah satu public space di kantor. Selain ruang "pengasapan" di lantai dua dan teras kantor di depan klinik dokter Susanto. Di ruang itu tak ada pendingin ruangan, hanya jendela kaca besar yang bisa dibuka tutup. Dari jendela itulah angin berdebu kerap masuk menyegarkan suasana. Selain meja pingpong dan tumpukan kardus di sana juga tersedia kursi-kursi portable yang dilengkapi meja tulis. Serakan puntung dan abu rokok serta cangkir kopi semakin mengesahkan status ruang sebagai the most favourite room. Di ruang itu segala tertumpah. Caci maki atasan tertumpah, sindiran sarkasme rekan kerja tertumpah, curhat ...

Perubahan dan resistensi

tulisan ini merespon dinamika yang terjadi di organisasi alumni smu saya. ------------------------------- 1. Saya sampaikan sekali lagi bahwa perubahan adalah suatu keniscayaan. Walau kita atau kelompok kita merasa tidak berubah, saya bisa yakin situasi di luar kita tetap berubah. Perubahan-perubahan yang terjadi pada individu terkait dengan berjalannya waktu (sunatulloh) yang mengakibatkan perubahan usia, fisik, kematangan berpikir akan terakumulasi pada perubahan kumpulan orang yang pada akhirnya menyebabkan pada perubahan konteks dan sistem dimana individu itu berada. Sebaliknya perubahan sistem berpengaruh langsung pada perubahan tingkah laku individu di dalamnya. Terlepas dari soal adaptasi, individu atau kelompok yang menolak perubahan biasanya terasing dari lingkungan global, lihat saja suku baduy sebagai contoh. Karena perubahan sekali lagi adalah keniscayaan, maka yang diperlukan adalah kesiapan untuk mengontrol, mengatur atau memanajemen perubahan. Individu maupun organis...

rindu

aku menggapai-gapai kau... tidak... aku cuma coba menggapai-gapai kau... ah... tidak cuma niat ku di dada coba menggapai-gapai kau aih... nyata ku cuma beku dalam rindu... mana rupa mana rasa ? sebab itu alasan ku merindu...

Dialog Cyber: Kendi dan Mok

once upon a time... Kata Si Mok: atau justru kita yg salah krn hanya berani berkoa-koar di dlm kelas "perencanaan harus berpihak pd rakyat kecil..dll..dll..dll" demi sederet rantai A, sementara kita tak berani untuk meneruskannya..." Kata Mansoer Fakih: Tugas pendidikan pada dasarnya berupaya melakukan "refleksi kritis" terhadap sistem yang tengah berlaku dalam masyarakatnya, serta "menentang" sistem tersebut untuk memikirkan "sistem alternatif" ke arah transformasi sosial menuju suatu masyarakat yang adil. Tugas ini harus dijabarkan dalam bentuk "kemampuan menciptakan ruang" agar muncul sikap kritis terhadap sistem dan struktur ketidakadilan sosial serta melakukan "pembongkaran" terhadap ketidakadilan menuju sistem sosial yang lebih adil Kata si Kendi: .................... sepertinya si Kendi tak mampu berkata-kata lagi :) soalnya waktu kuliah dulu, si Kendi: - boro-boro melakukan "refleksi kritis" ...

Negeri Formalindonesia

Saya kaget saat melihat hits pada statcounter blog ini pagi tadi (3 januari 06). Seingat saya sampai kemarin pagi (2 januari 06 tentunya) counter belum menyentuh angka 400 (rata-rata cuma 6 hits perhari itu juga paling awan, catuy dan orang2 yang abis liat blog awan dan catuy hehehe). Namun pagi tadi angka 424 telah menclok di counter. Untuk ukuran blog yang tak terurus dengan materi-materi yang tak up to date tentunya saya binun. Apa pasal sehingga dalam sehari dagangan saya begitu laris manis tanjung kimpul. Setelah dicek ternyata bakso tikus lah penyebabnya. Dalam postingan sebelumnya saya sempat menulis mengenai pedagang bakso yang dituduh menjual bakso tikus di dekat kantor. Terlepas dari isinya, ternyata kata “bakso tikus” sedang popular saat ini. Terbukti mayoritas pembaca blog saya kemaren adalah mereka yang searching dengan kata kunci bakso tikus. Terima kasih buat bakso tikus yang telah mengangkat popularitas blog kusut ini. Turut berduka cita untuk konsumen di seluruh penju...

Menawar Gelisah

siapa sedang berkata aku membeli luka dari duka yang kau jajakan siapa sedang berkata aku sedang menawar derita menghimpun jerih dari dera yang kau dagangkan derap apa ini di dada? sungguh rentak di segala juru telapak-telapaknya menjengkali tiap perih jemarinya mencengkram getir tanpa henti cakar-cakarnya menyeruak dalam ke bilik-bilik hati ia menghisap segala di nadi seolah tak kurang rajam ia nistakan sisa-sisa kalbu apakah lagi yang kau umbar? sedang tak ada lagi yang tersisa untuk dibeli bahkan harapan pun telah menguap di sela-sela debu juga impian yang kerap menemani malam-malam dingin kami Telah kering bersama langit yang menggumpal siapa berkata aku membeli luka? aku tertawa karena kelak kau yang mencumbu siksa 7 Desember 05 ~mencarisisasisaharapandalamgelisahsetelahhujan~

Faktor Ketakutan Indonesia... Malaysia???

Sebuah acara baru tapi lama muncul lagi di salah satu stasiun televisi di Indonesia. Baru muncul karena diembel-embeli kata "Indonesia" untuk melengkapi judul aslinya di negara McD sana. Lama karena format acara jenis bahkan tahapan acaranya sudah dicopy dengan sempurna oleh acara bertajuk lain di stasiun TV lain tentunya. Kita memang fasih soal tiru meniru apalagi buat ngegaya, tapi soal urusan tiru meniru yang produktif tak tau lah yaaa. (Yang saya tau adalah ada satu tempat di Indonesia ini yang mampu meniru snack (makanan kecil) terbaru yang keluar untuk beberapa minggu kemudian memproduksi dan menjualnya dengan merek berbeda, Hebat!!! bisa nyaingin Cina dong kita kalo gitu) Saat pertama kali muncul saya sangat antusias untuk menonton acara ini, saya pengen tahu lokasi syutingnya. Saya pengen tau kalo ada scene di air, danau mana yg dipakai, kalo ada scene menara, bangunan kita mana yang dipakai. Sayang sekali beberapa edisi awal saya tak sempat menonton. Jadi keingintahu...

Oke... Oke... Ini Cuma Tentang Sepak Bola

Image
Dalam waktu kurang dari seminggu dua orang kawan "nyentil" saya. Pasal Blog. Saya ga heran, karena memang sudah sebulan lebih 2 minggu blog saya ga diapdet. Saya juga agak tergagu-gagu mengingat betapa waktu berkejaran dengan tanpa ampun. Rutinitas ternyata berpotensi membunuh. Dan kali ini yang mati adalah sensitivitas saya terhadap dimensi waktu. Layaknya permainan sepak bola, kehidupan kita telah dibatas dalam durasi yang pasti. Saya sadar betul hal itu. Dalam 2 x 45 menit tambah injury time, plus extra time dan sesekali adu penalti, harga manusia ditentukan, demikian juga nilai tukar rupiah, tingkat konsumsi kopi dan rokok juga kekerasan dalam rumah tangga. Ah terlalu mengada-ada. Ya terlalu mengada-ada. Tapi tidak juga, saya tidak berusaha mengada-ada. Kalo anda rajin nonton pertandingan sepak bola, mungkin terekam dalam ingatan anda betapa seorang Escobar (nama depannya saya lupa, yang jelas dia pemain Columbia yang melakukan gol bunuh diri di Piala dunia) mati bebera...

Aku Tidak Malu Jadi Orang Indonesia

(Oleh : H Rosihan Anwar) Aku tidak malu jadi orang Indonesia ... Biar orang bilang apa saja, biar, biar ... Indonesia negara paling korup di dunia Indonesia negara gagal Indonesia negara lemah Indonesia melanggar HAM Elite Indonesia serakah harta dan kekuasaan Presiden-presiden Indonesia dilecehkan humoris Dengarlah, Bung Karno dimanfaatkan komunis Pak Harto dimanfaatkan putra-putrinya Habibie dimanfaatkan konco-konconya Gus Dur dimanfaatkan tukang pijitnya Megawati dimanfaatkan suaminya Catatlah, Bung Karno menciptakan keamanan dan persatuan bangsa Pak Harto menciptakan kemakmuran bangsa dan keluarganya Habibie menciptakan demonstrasi Gus Dur menciptakan partai kebangkitan bangsa Megawati menciptakan kenaikan-kenaikan harga Alah mak, Bung ! Karno turun dari presiden karena Supersemar Pak Harto turun dari presiden karena superdemo Habibie turun dari presiden karena supertransisi Gus Dur turun dari presiden karena superskandal Megawati turun-temurun jadi presiden Maka Anda tahu sekarang...

Bakso Tikus Dekat Kantor ???

Beberapa hari ini isu bakso tikus bergulir di kantor. Seorang rekan dengan bersemangat berkeliling mempromosikan berita tentang bakso tikus kepada setiap orang yang ditemuinya, tak lupa tentunya dengan membawa print out email yang diterimanya sebagai bahan presentasi. Ada beberapa hal yang menurutku membuat berita itu begitu cepat tersebar. Pertama dari faktor lokasi, penjual bakso tersebut dekat dengan kantor, sehingga kemungkinan untuk mengkonsumsi bakso tersebut dengan sengaja atau tak sengaja lebih besar dibanding jika lokasinya jauh dari kantor. Kemungkinan anak, istri, keluarga atau teman untuk mengkonsumsinya juga lebih besar, karena jaraknya tak terlalu jauh dari rumah. Faktor kedua adalah bakso tersebut termasuk dalam jajaran atas bakso terlaris di Cikarang, jadi bayangkan jika benar baksonya dari daging tikus, berapa orang yang sudah jadi pemakan tikus (tikusvora). Faktor ketiga , sumber beritanya dari internet, yang bagi sebagian teman di kantor sumber tersebut adalah terp...

Maaf Kita Belum Bisa Bantu

Rasanya ingin marah saja, andai saja dalam hati ini tidak tersedia slot "kartu sabar" onboard, mungkin sudah acak-acakan isi kantor. Coba gimana ga dongkol kalo orang seenak pusernya sendiri ga pake perasaan berlaku di hadapan mata ini. 5 menit sebelumnya, tampang beliau begitu ramah, sopan, senyum, santun, begitu penolakan disampaikan, serrrr.... langsung pergi tanpa basa-basi, tanpa izin, tanpa noleh. Puahh... 1 jam sebelum kejadian itu... "Pak, gimana kemajuan proposal? udah di setujui" "Wah, mohon maaf pak, atasan saya belum kasih instruksi ke saya, dan kebetulan sekarang lagi dipanggil direksi, kalo bapak butuh jawaban sekarang silakan tunggu, kalo tidak, nanti saya sampaikan hasilnya via telpon" "Ga papa pak, saya tunggu aja" "Oke silakan, saya tinggal dulu ya pak, saya masih ada kerjaan" "Silakan pak" 45 menit setelah itu... "Lagi dimana bu? ada tamu nanyain proposal" "Masih di kantor direksi, s...

(3,5 VS 3,55)

Suatu hari seorang teman kantor mendatangi rekan kerja di sebelah meja saya. Saya tidak cukup mengenalnya sehingga saya cuma mendengarkan kisahnya saja. "Saya mau protes ke komandan Mang Oni" katanya dengan muka sekeras batu kali "Emangnya kamu mau protes apa?" "Masak nilai saya dengan si A jauh banget bedanya, padahal kita berdua kan satu regu" teman saya ini adalah sekuriti di perusahaan saya. "lha kita kalo tugas bareng... kerjaannya sama, giliran nilai beda" Oalah... urusan bonus rupanya... pantes aja nanyain nilai. Maklumlah, bulan-bulan ini perusahaan sedang bagi-bagi bonus tahunan, tentu saja ukurannya prestasi kerja berdasarkan penilaian atasan, jadi kalo bonus rada kurang memuaskan, maka siapa lagi yang salah kalo bukan atasan langsung. "Emang nilai kamu berapa??" "Tiga koma lima" "Lah nilai si A berapa?" "Tiga koma lima lima, jauh banget kan? beda lima puluh" Kepala ini rasanya cenut-c...

[lari] dalam diri

Pernah suatu kali, dengan setengah terpaksa dan setengah lagi akibat dorongan hati (idealisme untuk tetap beraktivitas di kemahasiswaan), aku mengemban amanah yang luar biasa berat. Sungguh menurutku aku sudah berusaha sekuat tenaga memanggulnya, tapi setelah kini direnung-renung lagi... ah... betapa tak bertanggung jawabnya diri ini. Tugas yang berat bin dahsyat itu (Pengabdian Masyarakat judulnya Bung!!!) kujalani dengan nyambi mengerjakan tugas akhir. Puihhh... parah kan??? satu kutub kepentingan orang banyak, kutub lain kepentingan diri sendiri. Tugas itu akhirnya tetap dikerjakan dengan kompromi (kalo gak mau dibilang gak optimal). Beberapa rencana kegiatan akhirnya terlaksana sementara sebagian lain belum tergarap maksimal. Banyak sekali yang situasi yang terjadi menempatkan hati pada kebimbangan yang benar-benar gamang untuk memilih prioritas. Saat itu aku merasa sedang berjudi dengan angan-angan dan mimpi-mimpi yang naif. Di akhir, aku gak mempertanggungjawabkan tugas-tugas it...

[dalam] Tiap Kerjap

Tuhan... di setiap kerjap, dada ini selalu berdebar menatap setiap adegan kehidupan yang kau tayangkan, aku tergetar episode dua hati yang kau persatukan dalam rumah suci pernikahan menundukkan hati ini jadi gugup dialog kagum perempuan memuja-Mu atas rahim yang Kau takdirkan baginya meretakkan hati ini jadi ringkih bahkan potongan naskah tentang lelaki yang rindu menjelma benih masa kecilnya meremuk redam sgala logika Tuhan... di setiap kerjap, yang kulihat hanya kuasa-Mu

Revolusi Pagi

dari kegelapan malam yang syahdu dan kadang membuat gigil, fajar pagi menawarkan kehangatan mentari, hanya dalam hitungan beberapa kejap, kelam kan menguap diserobok kemilau cahaya apalagi namanya kalau bukan revolusi pagi?