Ruang Kebutuhan
Hari ini adalah hari yang biasa. Hari yang dimulai dengan ritual pagi, lanjut dengan kebiasaan-kebiasaan kantor. Benar-benar hari yang hampir-hampir tidak istimewa. Ugh siapa itu ngakak di ruang sebelah. Kekehnya bikin penasaran saja, mesti lucu sekali hal yang diperbincangnya, kalo tidak pasti tak seseru itu ketawanya. Ruang sebelah, belakang meja kantor tepatnya adalah salah satu public space di kantor. Selain ruang "pengasapan" di lantai dua dan teras kantor di depan klinik dokter Susanto. Di ruang itu tak ada pendingin ruangan, hanya jendela kaca besar yang bisa dibuka tutup. Dari jendela itulah angin berdebu kerap masuk menyegarkan suasana. Selain meja pingpong dan tumpukan kardus di sana juga tersedia kursi-kursi portable yang dilengkapi meja tulis. Serakan puntung dan abu rokok serta cangkir kopi semakin mengesahkan status ruang sebagai the most favourite room. Di ruang itu segala tertumpah. Caci maki atasan tertumpah, sindiran sarkasme rekan kerja tertumpah, curhat ...