Posts

Showing posts with the label keluarga

kamu

lama sudah kata terakhir tergores untukmu bukan karena ada yang hilang di dada ini tapi karena terlalu berarti engkau bagiku adalah hari yang semakin, bulan yang semakin, tahun yang semakin mengenggankanku lepas dari dekapmu Kota Tua, 26 Januari 2010

[dalam] Tiap Kerjap

Tuhan... di setiap kerjap, dada ini selalu berdebar menatap setiap adegan kehidupan yang kau tayangkan, aku tergetar episode dua hati yang kau persatukan dalam rumah suci pernikahan menundukkan hati ini jadi gugup dialog kagum perempuan memuja-Mu atas rahim yang Kau takdirkan baginya meretakkan hati ini jadi ringkih bahkan potongan naskah tentang lelaki yang rindu menjelma benih masa kecilnya meremuk redam sgala logika Tuhan... di setiap kerjap, yang kulihat hanya kuasa-Mu

Aku Gak Cari Sastrawati Kok !

# kamu bilang: "maaf, aku gak bisa tulis puisi, aku gak pandai berkata-kata" aku bilang: "gak apa-apa" "aku tidak sedang mencari sastrawati kok, juga gak cari penyair-wati" ## asal kamu tau saja, aku benar-benar lumpuh olehmu lumpuh dan layu, virusmu terlalu perkasa bahkan kadang ego ini tak mampu berdiri di kakinya sendiri kehadiranmu adalah gurindam aku slalu digurui bait-bait lakumu kesabaranmu adalah pantun aku tertawa, terharu dan tersindir karenanya perhatianmu adalah syair kau selalu lihat kan bagaimana aku selalu tersanjung diam mu adalah cerita misteri aku butuh ratusan momen untuk memahaminya ketiadaanmu adalah satire aku selalu tampak bodoh karena rindu ### aku bertanya: "kau adalah puisi terindah" "siapakah penyairnya???" 18.00\30 juni 2005\cikarang

Rindu Hujan

Hujan lagi nih... diluar langit gelap, abu-abu kelam warnanya. Sesekali ada kilat yang menyambar, petir yang menggelegar dan awan yang riap-riap kelabu kejar mengejar seolah menari dibuai-buai angin. Suara-suara menggerutu di atas sana tak mau kalah. Sesuatu pasti terjadi pada gumpalan-gumpalan uap air itu, waktu kecil aku selalu saja bertanya tanya kenapa awan yang akan mencurahkan hujan selalu berwarna gelap, seperti selokan belakang rumah. Airnya kotor pikirku !. Lalu setelah angin deru menderu dan awan kotor itu terlihat seperti mendidih maka biasanya hujan akan turun dengan lebatnya. Tepat sekali ! sore ini air hujan tumpah ke bumi sepuas-puasnya.Lalu tanah akan basah, seperti juga rumput, ilalang, ranting, batu-batu, sore ini basah kuyup. Dari celah gorden yang terbuka di ujung ruang kantor, tepat di sebelah meja rekan sekerja, aku dapat mengintip keriangan penuh ekstase sore itu. Debu-debu ikhlas saja jadi gumpal-gumpal hanyut di jalanan becek. Spektrum-spektrum kenangan masa ke...

Ingin

ingin aku berlabuh tapi laut tetap tak bertepi dan tiang-tiang layar terus lapuk dan makin rapuh hingga luruh pada samudra kehilangan ingin aku bersandar... namun sauh tak lagi jadi patri dan temali kian letih menyimpul sepi lalu jika kupaksa beringin, maka ingin kuciumi dataran hari di mana siang dan malam berarti kesetiaan dan penantian kasih ingin aku pada semua dan segala karena ombak tak lagi jadi kekasih di kala badai